Forum Terbuka Mahasiswa Sekolah Vokasi 2022 Mengenai Pengunduran Diri Pasangan Ketua dan Wakil Ketua BEM SV 2022

Pengunduran diri pasangan ketua dan wakil ketua BEM SV 2022 menuai banyak kritikan dari mahasiswa SV yang menarik perhatian pihak Senat Mahasiswa Sekolah Vokasi untuk mengadakan forum terbuka mahasiswa Sekolah Vokasi 2022 dan meluruskan permasalahan yang sedang dihadapi akhir-akhir ini. 

Permasalahan ini berawal dari mahasiswa SV yang resah terhadap kelanjutan dari aklamasi BEM SV. Pada 22 Maret 2022 Salsabila mengkonfirmasi pengajuan dirinya dengan Fikri sebagai calon wakil ketua. 23 Maret 2022, Aziz selaku ketua SM SV bertemu dengan Salsabila membahas terkait dengan nama rekomendasi yang disilangkan, Namun Salsabila – Fikri tidak menyetujuinya dan akan mengundurkan diri jika nama rekomendasi tersebut akan disilangkan. Pada 30 Maret 2022 Karina selaku wakil SM SV bertemu dengan Wakil Dekanat (Wadek) untuk mengonfirmasi pengajuan nama rekomendasi yang telah didapat kepada Wadek 1. Pada 8 April 2022 SM SV melakukan audiensi kepada Dekanat dengan nama rekomendasi untuk memaparkan gagasan yang akan dibawa untuk BEM SV 2022, namun gagasan tersebut belum disetujui. Berlanjut pada 11 April 2022 SM SV belum memiliki keputusan dan Dekanat tetap menginginkan adanya 2 pasangan calon (paslon). Hingga tanggal 27 April 2022 SM SV terus berkoordinasi dengan Dekanat mengenai namun tetap belum ada pertimbangan mengenai hal tersebut. 

SM SV melakukan diskusi dengan beberapa dosen muda yang diarahkan oleh Wadek 1 dan mendapatkan solusi mengenai hal tersebut dengan membuat survey terkait dengan urgensi dari BEM SV 2022 sebagai bukti fisik bahwa apakah mahasiswa benar-benar membutuhkan adanya BEM SV. 28 April 2022 diadakan diskusi para Pimpinan Ormawa SV dan meminta Salsabila – Fikri untuk sowan atau perkenalan diri apabila ingin maju sebagai Kabem dan Wakabem. Selain itu, dalam diskusi tersebut juga membahas mengenai rencana muswa untuk mendesak dekanat terkait keterbutuhan BEM SV 2022. 

Pada 17 Mei 2022 pukul 13.30 WIB dilakukan audiensi Salsabila – Fikri sesuai permintaan Dekanat pada 8 Mei 2022, yang dihadiri Pimpinan Dekanat dan jajarannya serta beberapa dosen Pembina. Dari hasil audiensi ini disimpulkan bahwa Salsabila – Fikri disepakati sebagai calon Kabem dan Wakabem oleh Dekanat secara verbal mengingat program kerja yang mereka bawakan unggul. Mengingat banyaknya redaksi, maka SK Dekan diganti dengan Surat Tugas.

Pada 23 Mei 2022 diadakan rapat pimpinan ke-2 perihal sowan, yang kemudian hasil rapat tersebut disampai kepada pasangan calon, dan pasangan calon tersebut menyetujui sowan jika SK sudah terbit. Tanggal 25 Mei 2022 SM SV melaksanakan permintaan dari pasangan calon. Namun setelah dilakukan koordinasi dengan Wadek 1 SK Dekan diganti Surat Tugas yang menetapkan Salsabila – Fikri merupakan calon kabem dan wakabem secara legalitas. 

Tanggal 30 Mei 2022 SM SV memberikan bukti fisik terkait pembuatan Surat Tugas Salsabila – Fikri. Dan dihari yang sama Salsabila – Fikri menyatakan resmi untuk mengundurkan diri ke fungsionaris yang telah dibentuk. Pada tanggal 2 Juni 2022 pihak Dekanat mengirimkan Surat Tugas Salsabila – Fikri kepada SM SV yang kemudian Surat Tugas tersebut dikirim pada tanggal 3 Juni 2022 kepada Salsabila – Fikri namun tidak ada balasan terkait Surat Tugas tersebut sampai tersebarnya berita bahwa Salsabila – Fikri mengundurkan diri. 

Dikatakan bahwa Salsabila – Fikri telah mengajukan pengunduran diri ke Dekanat pada 7 Juni 2022. Dan pada 14 Juni 2022 dinyatakan kepastian kepada Wakil Dekan terkait pengunduran diri Salsabila – Fikri telah di terima oleh Pimpinan Dekanat. 

Mengenai hal yang terjadi saat ini, Telah didiskusikan bersama Dafi terkait mengenai nama rekomendasi kandidat dengan angkatan 19 namun tetap sulit untuk menemukan kandidat tersebut. Untuk menunggu keputusan dari angkatan 2019, maka disiapkan juga dari angkatan 2020 yaitu Silvana – Arul. Beberapa hari kemudian Silvana – Arul menyatakan bahwa mereka berani maju, namun untuk saat ini mereka menyatakan bahwa angkatan 2019 lebih berhak dan layak untuk maju saat ini. Dengan kata lain Silvana – Arul telah mengundurkan diri. 

Dafi telah berusaha untuk mengajak Salsabila memberikan penjelasan mengenai pengundurannya namun tidak pernah merespon mengenai hal tersebut. Sehingga Dafi mengeluarkan statement bahwa Salsabila melarikan diri karena mengundurkan diri tanpa klarifikasi kepada BEM SV dan publik. Karena banyak kekecewaan atas keputusan mereka, akhirnya Salsabila – Fikri memberikan klarifikasi penyebab dari pengunduran dirinya yang menunjukkan beberapa disebabkan oleh kesalahan dari Senat SV.

Penulis : Mutiara Febriani

Editor : Ananda Salsabilla

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *