PENGUNDURAN DIRI PASANGAN KETUA DAN WAKIL KETUA BEM SV 2022 MENUAI BANYAK KRITIKAN MAHASISWA

Kekosongan kursi Ketua dan Wakil Ketua BEM SV sampai saat ini belum menemukan titik terang. Harapan yang telah diberikan oleh pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua kini hanya sekadar harapan. Hal ini membuat mahasiswa SV UNDIP geram. Pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua BEM SV dinilai lari dari tanggung jawab mereka. 

Setelah hasil aklamasi yang dirasa masih belum jelas dengan ditetapkannya Salsabila (Caca) dan Fikri Dwi Saputra (Fikri) sebagai calon tunggal Ketua dan Wakil Ketua BEM SV, setengah periode telah berlalu, BEM SV masih dianggap prematur dengan ketidaksiapan pasangan tersebut. Tepat pada tanggal 23 Mei 2022, hasil dari rapat pimpinan seluruh organisasi mahasiswa SV UNDIP memutuskan perlu diadakannya sowan antara pasangan calon dengan setiap ormawa yang ada di Sekolah Vokasi. Kegiatan ini disepakati untuk dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2022 hingga 6 Juni 2022. Kegiatan sowan dianggap perlu untuk mengenal lebih dalam siapa yang akan memimpin dan membersamai seluruh kegiatan mahasiswa Sekolah Vokasi UNDIP nantinya.

Faktanya, setelah lebih dari satu pekan belum terlihat pergerakan dari pihak pasangan calon untuk melakukan sowan. Tentunya ini menjadi pertanyaan besar bagi mahasiswa SV UNDIP. Pasangan calon sempat berkoordinasi dengan Senat Mahasiswa SV bersama dengan Dekanat SV untuk membuat surat keputusan atas ditetapkannya Caca dan Fikri sebagai Ketua dan Wakil BEM SV sebelum dilakukannya sowan. Tepat pada tanggal 2 Juni 2022, Surat Tugas dikeluarkan oleh Dekan sebagai pengganti SK. Namun pasangan tersebut alih-alih melakukan tugasnya tetapi malah mengajukan surat pengunduran diri kepada Bu Ida. 

Isu pengunduran diri Ketua dan Wakil Ketua BEM SV dibenarkan oleh pihak SM SV. Tindakan yang diambil oleh pasangan tersebut dianggap gegabah dan lari dari tanggung jawab. Tentunya tindakan ini mendapatkan banyak kecaman dari berbagai ormawa SV dan mahasiswa SV itu sendiri. 

Tindakan pengunduran diri yang dilakukan oleh Caca dan Fikri tersebut melahirkan sebuah jalan lain yang dirasa tidak efektif. Mahasiswa terus mempertanyakan, “Apakah semudah itu untuk mengundurkan diri tanpa adanya sanksi?”. Harapan yang telah diberikan dengan adanya Ketua dan Wakil Ketua BEM SV dipatahkan begitu saja oleh pasangan tersebut. Alasan pengunduran diri mereka juga masih dirasa belum jelas. Tidak adanya koordinasi dan konfirmasi serta tindakan menghilang dari publik menuai kritikan dari mahasiswa SV. 

Berawal dari keprematuran hingga ketidakdisiplinan Ketua dan Wakil Ketua BEM SV, mahasiswa SV menuntut untuk adanya tanggung jawab dari tindakan yang telah diambil dengan tidak lari dan meninggalkan tanggung jawab begitu saja. Dengan adanya hal tersebut, mahasiswa SV terancam tidak memiliki BEM SV pada tahun ini. Lalu bagaimana nasib ormawa SV dan keberlangsungan kegiatan mahasiswa di Sekolah Vokasi UNDIP nantinya?

Penulis : Salsabila Shadiqin

Editor : Millenia Adinira

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *