Polemik Berdirinya Partai Mahasiswa Indonesia: Tidak Mempresentasikan Mahasiswa

Dalam beberapa waktu belakangan ini muncul Partai Mahasiswa Indonesia. Partai ini resmi terdaftar pada Kementerian Hukum dan HAM serta sudah menjadi badan hukum sejak 21 Januari 2022. Ketua dari Partai Mahasiswa Indonesia yaitu Eko Pratama yang juga merupakan ketua BEM Nusantara.

Probelmatik dan perdebatan maulai berdatangan dalam kemunculan Partai Mahasiswa Indonesia. Problematik pertanggung jawaban dari berdirinya partai ini, serta penentangan mengenai partai ini.

Kaharuddin selaku ketua dari BEM SI menolak adanya kemunculan Partai Mahasiswa Indonesia. Alasan Kaharuddin menolak karena orientasi partai politik yang mengarah pada kekuasaan bertentangan dengan perjuangan mahasiswa yang berbasis pada gerakan moral, bukan kepentingan tertentu.

“Ini tidak merepresentasikan kepentingan mahasiswa Indonesia,” ujar Kaharuddin kepada BBC News Indonesia, Minggu (24/04).

“Di sana ada kepentingan politik atau segelintir orang yang ingin memakai nama mahasiswa Indonesia. Kami dari BEM SI tegaskan untuk menolak keras pemakaian nama mahasiswa Indonesia dari partai yang dibentuk, karena perlu menjaga independensi dari mahasiswa itu sendiri, baik dari politik praktis atau kepentingan partai politik,” ucap Kaharuddin.

Mengapa Partai Mahasiswa Dibentuk?

Ahmad Marzuki, koordinator BEM Nusantara di Jawa yang berada di kubu yang sama dengan Eko mengatakan kepada BBC News Indonesia bahwa pembentukan partai adalah bentuk “perjuangan alternatif di luar gerakan mahasiswa di jalanan”.

“Kami melihat dinamika politik, perkelahian jalanan tidak selalu berdampak baik, dan ketika kami ingin mengubah sistem dalam situasi saat ini, kami harus masuk ke sistem itu,” ucap Ahmad yang bertemu dengan komite penasihat presiden di pungutan Rakyat Wiranto, 8 April 2022. Beberapa hari sebelum mahasiswa memprotes penundaan pemilu.

Menurut Ahmad yang dilakukan oleh Partai Mahasiswa yaitu “wujud perjuangan jangka panjang”. Ia melanjutkan, Partai Mahasiswa Indonesia juga diharapkan dapat mengungkapkan persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

Penulis : Ilham Waluyo
Editor : Salsabila Shadiqin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *