UKT Mahasiswa : Masalah Baru di Tengah Pandemi

Pendidikan merupakan salah satu sektor yang terdampak akibat adanya pandemi COVID-19, terutama terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dapat menimbulkan masalah. Dampak keuangan menjadi perhatian publik dimana turunnya daya beli dan tingkat ekonomi. Hal tersebut turut menimbulkan kesulitan dalam memenuhi kewajiban kita sebagai mahasiswa dalam pembayaran UKT.

Tidak sedikit mahasiswa yang mengalami kesulitan hidup, apalagi dalam pandemi COVID-19. Pembelajaran daring (online) memberikan dampak pelemahan ekonomi bagi wali mahasiswa.  Mahasiswa juga tidak dapat mengakses pelayanan akademik, sarana prasarana, dan fasilitas kampus dengan baik.

Kebijakan yang paling efektif adalah memotong beban biaya uang kuliah tunggal (UKT), karena dalam keadaan seperti ini seharusnya pihak universitas mampu mengeluarkan kebijakan yang dapat meringankan beban mahasiswa, baik dari segi psikologi maupun ekonomi.

Wakil Rektor II Bidang Sumberdaya UNDIP, Prof. Dr. rer. nat. Heru Susanto S.T., M.M., M.T, mengatakan hal itu, Selasa (11/8/2020). Menurut Heru Susanto, UNDIP sangat peduli terhadap kondisi bangsa dan ekonomi masyarakat yang terdampak COVID-19 sehingga diputuskan untuk melakukan kelonggaran UKT. Beliau mengatakan, semua mahasiswa diberi kesempatan untuk mengajukan penyesuaian UKT dan memilih berbagai model kebijakan yang ada. Dalam regulasi yang sudah diterbitkan, penyesuaian UKT bagi mahasiswa UNDIP dapat meliputi pembebasan, diskon pembayaran, penurunan golongan, penundaan pembayaran, dan memberi kelonggaran untuk mengangsur pembayaran UKT.

Adapun proses pengajuannya dimulai dari fakultas atau sekolah lalu dilakukan analisis dan klarifikasi atas data dan informasi yang disampaikan dalam pengajuan tersebut. Dilakukannya klarifikasi dalam tahapan pemberian kelonggaran UKT, kata Heru, hal tersebut karena menyangkut pertanggungjawaban atas uang negara yang dikelola universitas. Sehingga proses dan pertanggungjawabannya harus jelas dan transparan. Langkah lain yang dilakukan UNDIP untuk membantu mahasiswanya yang kesulitan akibat pandemi COVID-19 adalah dengan pemberian bantuan biaya hidup, memberi bantuan bahan makanan pokok, serta subsidi kuota internet. Hal tersebut merupakan upaya dalam mengatasi permasalahan-permasalahan UKT mahasiswa yang menjadi masalah baru di tengah pandemi.

Penulis : Farisa Rahmawati

Editor : Nikita Ketaren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *